Monday, March 30, 2009

Francois Quesnay (1694 – 1774)

Alhamdulillah di pagi hari yang cerah ini saya bisa posting lagi di blog kesayangan saya ini hehehe.. Setalah beberapa hari kemarin saya ga bisa online terlalu lama karena ada beberapa hal yang harus saya selesaikan, sekarang setelah urusannya beres saya bisa blogwalking lagi ke blog nya temen-temen dan juga bisa posting lagi di blog ini. OK, pada postingan kali ini saya akan melanjutkan serial saya mengenai ekonomi, tepatnya tokoh-tokoh ekonomi terdahulu yang sudah banyak sekali memberikan masukan-masukan dan juga penemuan-penemuan pada bidang ekonomi yang ada sekarang ini. Setelah sebelumnya saya membahas mengenai Thomas Mun, William Petty, John Locke dan Richard Cantillon maka untuk postingan kali ini saya akan membahas mengenai Francois Quesnay.
Francois Quesnay (diucapkan kennay) terkenal sebagai pencipta model ekonomi pertama, Tableau Economique, dan sebagai pemimpin physiocrats, mazhab pertama dalam pemikiran ekonomi. Tetapi Quesnay juga dikagumi dalam berbagai hal lainnya—usulannya tentang kebijakan Laissez Faire, analisisnya terhadap kemunculan dan distribusi surplus ekonomi, dan visinya tentang ekonomi sebagai rangkaian yang terintegrasi dengan kuat dari bagian-bagian yang saling tergantung.


Quesnay lahir tahun 1694 di desa Mere, sekitar 15 mil sebelah barat Versailles. Ayahnya seorang petani dan penjaga toko, sehingga Quesnay hanya sedikit menerima pendidikan formal. Tetapi Quesnay sangat senang dengan buku-buku, dan sering berjalan kaki ke Paris untuk membeli buku-buku bekas tentang Plato dan Aristotle.
Pada usia 55 tahun Quesnay mulai tertarik pada ekonomi dan matematika (Sebelumnya sebagai dokter dan ahli bedah). Karakteristiknya yang luas, dan koneksinya dengan kalangan atas membuat ia diundang untuk menulis beberapa artikel untuk encylopedia Diderot. Artikel-artikel yang ditulisnya membuat dia terkenal dan memiliki banyak pengikut. Para pengikutnya menamakan diri mereka sebagai physiocrat dari bahasa Perancis, physiocrate, yang berarti hukum alam (Rule of Nature). Semua artikel di Encyclopedia menganalisa proses ekonomi sebagai siklus alirang uang, barang dan orang dari satu sektor ekonomi ke sektor lainnya, yang menyerupai aliran darah dalam tubuh. Corn adalah artikel dari Encyclopedia yang paling penting karena artikel inilah yang pertama kalinya mengemukakan doktrin bahwa dalam perekonomian Perancis hanya sektor pertanian ekonomi saja yang produktif. Quesnay berpendapat bahwa surplus ini muncul dari alam, properti generatif dari tanah. Ide ini penting karena menekankan bahwa kekayaan diperoleh dari proses produksi ketimbang melalui pertukaran atau perdagangan seperti yang dinyatakan oleh kaum merkantilis. Konsekuensi lain dari pernyataan ini, yang banyak menimbulkan kritik, adalah bahwa kegiatan manufaktur tidak produktif karena tidak menghasilkan surplus.
Quesnay memulai pendapatnya dengan asumsi bahwa ekonomi dapat digambarkan menurut tiga kelas atau sektor yang berbeda. Pertama, sektor pertanian yang menghasilkan makanan, bahan mentah dan hasil pertanian lainnya. Kedua, sektor manufaktur yang memproduksi barang-barang pabrik seperti pakaian dan bangunan serta alat-alat yang diperlukan oleh pertanian dan pekerja pabrik. Sektor manufaktur menurut Quesnay juga termasuk yang sekarang kita namakan sektor jasa, karena jasa bertanggung jawab untuk memfasilitasi perdagangan domestik dan internasional. Ketiga, kelas pemilik tanah yang tidak menghasilkan nilai ekonomi apa-apa, tetapi mereka ini memiliki klaim atas surplus output yang dihasilkan dalam pertanian. Biaya sewa ini merepresantasikan pembayaran surplus kepada pemilik tanah dan perdagangan ini kemudian dikenal sebagai Teori Sewa Physiocratic. Tetapi walaupun Quesnay berpendapat bahwa sektor pertanian adalah sektor yang paling produktif, dia juga sadar bahwa asumsi tentang hubungan antara input dan output ini tergantung pada teknik produksi yang digunakan dalam sektor pertanian. Beberapa usulannya yang penting menyangkut usaha untuk meningkatkan produktivitas dalam sektor pertanian. Terakhir Quesnay mengasumsikan bahwa semua pendapatan dibelanjakan dan pengeluaran tersebut dibagi sama rata antara barang pertanian dan barang pabrik. Asumsi ini ditunjukkannya dalam model zig-zag yang sangat terkenal itu.
Konklusi kebijakan penting dari Tableau adalah bahwa pajak seharusnya hanya dikenakan pada tuan tanah saja. Karena pajak pada sektor pertanian dan manufaktur akan membahayakan perekonomian, maka pajak harus dikenakan kepada pemilik tanah, kelas yang tidak menghasilkan apa-apa. Karena pajak pada pemilik tanah tidak mengurangi input yang tersedia dalam menufaktur atau pertanian, maka pajak ini tidak menyebabkan ekonomi menurun. Konklusi kebijakan kedua dari Tableau yang penting adalah bahwa sistem pertanian Perancis harus direstrukturisasi. Dua perubahan penting secara khusus diperlukan. Pertama, pertanian harus dimodernisasikan. Kedua, pertanian harus lebih bersifat kapitalis, mengikuti contoh pertanian Inggris. Konklusi kebijakan Tableau yang terakhir, berlawanan dengan merkantilis, Quesnay mendukung perdagangan bebas antar negara. Bagi mazhab physiocrat, kekayaan tergantung pada output total dari barang yang diproduksi ketimbang logam mulia yang dikumpulkan negara.
Dalam satu hal, sejarah tidak begitu baik terhadap Quesnay. Padahal ia layak dianggap sebagai bapak ilmu ekonomi seperti Adam Smith. Tetapi ketika Adam Smith akhirnya menjadi nama yang terkenal, Quesnay benar-benar tidak dikenal di luar masyarakat ahli ekonomi profesional. Ahli ekonomi juga mengikuti kritik, yang pertama kali diajukan oleh Adam Smith, bahwa Quesnay telah keliru karena menganggap manufaktur tidak produktif. Terakhir, tableau telah dikecam dengan keras karena terlalu sulit untuk diikuti dan dipahami. Tetapi, dalam hal lain, seharah telah begitu baik terhadap Quesnay. Sebenarnya semua ahli ekonomi, lepas dari orientasi mereka, sangat mengaguminya (karena prestasinya tidak kecil!). Ahli ekonomi berhaluan matematika menghargai Quesnay karena perannya sebagai pelopor dalam pembuatan model ekonomi. Quesnay benar-benar ekonom sejati sepanjang masa, terutama karena pendapatnya mengenai sektor pertanian lebih produktif dari pada sektor manufaktur. Terutama lagi, menurut pendapat saya sendiri, hal ini masih berlaku sampai sekarang di negara-negara yang berkembang, dimana sektor manufakturnya banyak mengalami kendala dalam perkembangannya.

Karya-karya Quesnay
L`Ami des hommes, 5 Vol., Avignon, 1762 dengan Victor de Riquetti, Marquis de Mirabeau.
Philosophie Rurale, 5 Vol., Amsterdam, Chez Les Libraries Associes, 1764.
The Economical Table, New York, Bergman Publishers, 1968.
Quesnay’s Tableau Economique, ed., Marguerita Kuczynski dan Ronald L., Meek, New York, Augustus M. Kelley, 1972.

Karya-karya Tentang Quesnay
Beer, Max, An Inquiry Into Physiocracy, London, George Allen & Unwin, 1939.
Higgs, Henry, The Physiocrats, London, Macmillan, 1897.
Meek, Ronald, The Economics of physiocracy: Essays and Translations, Cambridge, Harvard University Press, 1963.
Pressman, Steven, uesnay’s Theory of Economic Growth and Decline,” dalam Ecnomic as Wordly Philosopy, ed., Ron Blackwell, Jaspal Chatha dan Edward J. Nell, London, Macmillan, 1993, hlm. 305 – 21.
Pressman, Steven, Quesnay’s Tableau Economicque: A Critique and Reassesment, Fairfield, New Jersey, Augustus Kelley, 1994.
Vaggi, Gianni, The Economics of Francois Quesnay, Durham, North Carolina, Duke University Press, 1987.

Referensi Lain
Leontief, Wassily, The Structure of the American Economy 1919 – 1929, Cambridge, Massachusetts, Harvard University Press, 1941.
Marx, Karl, The Theory of Surplus Value, 3 Vol, Moscow, Foreign Language Publishing House, 1954.

Thursday, March 26, 2009

Kenapa Orang Sukes Semakin Sukses dan Orang Gagal Semakin Gagal ?

Seperti judulnya, disini saya akan menceritakan bagaimana seseorang yang sukses akan semakin sukses dan orang yang gagal akan semakin gagal. Banyak orang yang bicara di jaman sekarang ini kebanyakan orang yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin, orang sukses semakin sukses dan yang gagal akan semakin gagal. Hal semacam ini sering membuat pergunjingan orang-orang, karena ada yang menganggap kekayaan dan kesuksesan orang yang semakin bertambah tersebut didapatkan dengan cara yang tidak wajar dan lain sebagainya. Padahal tidak sedikit juga kesuksesan dan kekayaan yang mereka dapatkan itu didapat dengan susah payah, dan dengan kerja keras mereka.
Nah, sebelumnya saya sudah banyak mencari REFERENSI BUKU untuk mencari pencerahan, tapi sangat susah sekali mencari REFERENSI BUKU yang sesuai dengan apa yang saya inginkan. Ungtungnya saya kemarin-kemarin mengikuti seminar yang diadakan oleh H&D dan disana saya menemukan jawabannya, disini saya akan berbagi pengalaman setelah mengikuti seminar tersebut yaitu dengan membahas kenapa orang sukses semakin sukses dan orang gagal semakin gagal. Prosesnya sendiri ada 4 tahap, yaitu : Self, Potensi, Action, dan Result. Untuk lebih jelasnya, bisa dilhat pada gambar di bawah ini :



Gambar diatas menjelaskan proses pembentukan diri seseorang, jadi perputarannya sendiri dimulai dari self kemudian ke potensi, action, dan yang terakhir result atau hasil yang didapatkan. Yang paling penting dalam proses di atas tidak lain adalah self, karena dalam diri sendirilah yang menentukan semuanya. Ilustrasinya seperti ini : apabila ada seorang mahasiswa arsitektur tingkat pertama disuruh oleh ayahnya untuk membuatkan gambar rumah yang akan di bangun ayahnya untuk tempat tinggal keluarganya, maka biasanya dia akan ragu-ragu dan akan berkata “mana mungkin saya bisa membuatnya, walaupun saya kuliah di arsitektur tapi saya kan baru tingkat pertama”. Jawaban tersebut sudah lumrah dilontarkan, tetapi sebenarnya jawaban dia sudah membunuh potensi dirinya sendiri. Kemudian ayahnya menjawab “tidak apa-apa, baik atau buruk kan itu rumah untuk tempat kita sendiri, pokonya ayah pengen dibuatin gambarnya sama kamu”. Akhirnya dengan sangat terpaksa mahasiswa tersebut mengerjakannya, dan ternyata dia bisa melakukannya. Disini perputaran proses pembentukan diri sudah ada, dan dengan result yang di dapatkan, maka self dia akan bertambah besar dan ketika mendapatkan tugas dari dosennya percaya diri dia sudah tumbuh dan akan dengan mudah dia kerjakan, kemudian bila dia mendapatkan proyek besar untuk menggambar rancangan sebuah gedung atau mall sekalipun dia tidak akan mengalami kesusahan, karena kepercayaan dirinya sudah terbentuk. Sebaliknya, apabila dia tetap tidak mau mengerjakan gambar rancangan rumah yang disuruh ayahnya, dia tidak akan menjadi seperti itu. Begitupun dengan yang lainnya, sekali dia sukses dalam mengerjakan sesuatu maka self dia akan semakin kuat, dan untuk menghadapi tugas atau pekerjaan selanjutnya dia sudah semakin percaya diri, hal ini lah yang menyebabkan orang yang sukses akan semakin sukses, begitupun sebaliknya sekali dia mengalami kegagalan maka self dia akan semakin kecil dan ciut dalam menghadapi pekerjaan atau tugas selanjutnya, dan disinilah orang yang gagal akan semakin terpuruk dan semakin gagal. Jadi, dalam menghadapi suatu pekerjaan kita harus kerjakan dengan penuh rasa percaya diri, dan yang terpenting adalah tidak takut untuk menghadapi pekerjaan yang dihadapi, karena seperti kata Michael Jordan “Rasa Takut 93 persennya adalah hanya ilusi, dan yang benar-benar takut hanyalah 7 persen”. Mungkin inilah jawaban dari judul di atas. Atau ada ide lain dari temen-temen???

Sumber: “Review Seminar Fire Walking H&D”


Wednesday, March 25, 2009

Award Dari Attayaya

Kemarin sore, merupakan hari yang sangat ramai sekaligus menyedihkan bagi warga Tamansari Bandung pasalnya daerah Tamansari terkena imbas dari meluapnya sungai cikapundung sehingga banjir-pun tak dapat tolak. Mendadak ramai karena semua warga Tamansari rame-rame menyelamatkan rumahnya masing-masing dari air yang meluap tersebut termasuk saya karena kosan saya pun tak luput dari banjir dan gotongroyong yang hampir punah pun kembali menguak hehehehe saling bahu-membahu mengeluarkan air yang sudah terlanjur masuk kosan dan membersihkan lumpurnya merupakan hal yang sangat mengasyikan hahahahaha..
Tapi rasa lelah pun hilang ketika setelah gotong royong tersebut saya membuka blog ternyata saya mendapatkan award lagi dari attayaya, sebenarnya saya pernah mendapat award yang sama dari blogger lain tapi sesungguhnya saya lupa itu dari siapa klo ada yang merasa kasi komeng atau pesan di shout box yah biar nanti saya masukin namanya kesini. Seperti itu lah kira-kira cerita saya mendapatkan award ini (ga rame yah hehehehe..), oke deh seperti apa award dan syaratnya?? cekedot...

Blogger yang mendapatkan award ini diharapkan untuk :
1. Meletakkan logo/award di blog kamu
2. Meletakkan link dari blog yang telah memberikan award
3. Berikan ke Blog lain
4. Buat link blog lain yang telah memberi kamu award
5. Tinggalkan pesan di blog mereka

Blogger yang saya anugerahkan award adalah :
1. Sarang Penyamun
2. Jerova
3. Ide Cerdas
4. K2H
5. Evi Yulianti
6. Ilmu Antropologi
7. Budak Cianjur
8. Die Silver
9. Kumaha Anjeun
10. Tips of Blog
11. Ihsan
12. Beb Ranie

ya udah segitu aja dulu deh, klo ada yang mau request aja hehehehe...
oh iya, ni dia awardnya :

Monday, March 23, 2009

Mau di Bawa Kemana Indonesia??

Postingan ini terinspirasi dari kuliah kemarin bersama Prof.Dr.H.Tb.Hasanuddin,MSc,Ak.P (Mungkin yang kuliah di unpas terutama fakultas ekonomi nama beliau sudah tidak asing lagi), beliau selalu melakukan sharing dengan mahasiswa-mahasiswanya setiap kali pertemuan kuliah dan ini kira-kira resume dari hasil perkuliahan kemarin bersama beliau. Jadi sebenarnya kemarin itu kita sharing mengenai Indonesia masa lalu, sekarang dan masa depan dari berbagai bidang, yaitu politik, sosial, ekonomi, budaya dan teknologi. Setelah mengikuti perkuliahan kemarin saya belum sempet nulis buat resumenya, jadi keingetan aja sekarang sekalian posting sekalian nulis resume buat catetan saya aja. Klo ada ujian kan tinggal buka blog aja hehehehe...
Berikut kira-kira dan kurang lebih hasil sharing kemarin bersama beliau :

Bidang Politik
Bidang politik ini yang paling kacau karena mungkin yang namanya baru berdemokrasi jadi kaya yang terlalu berantusias berdemokrasi sehingga sekarang ini bisa dikatakan kebablasan, ini bisa dilihat dengan jumlah partai yang sangat banyak dan juga segala sesuatu yang sebenarnya salah tapi bisa ngumpet dengan alasan demokrasi ini. Sebenarnya kan kalau di pikir-pikir lebih baik bayar hutang negara dari pada buat ngebiayain partai yang ga jelas asal dan usulnya buat negara. Reformasi yang sudah sepuluh tahun lebih juga tidak menghasilkan apa-apa karena menurut world economic forum dalam global competitiveness report nya daya saing Indonesia ini peringkat ke 55 dari 55 negara maju dan berkembang. Hal ini dikarenakan tidak adanya kinerja bersama antar anggota pemerintahan sendiri, banyak yang saling sikut kalau kata orang sunda mah "ka handap tatajong ka luhur leletak". Masing-masing hanya memikirkan dan melihat orang lain mengerjakan kewajibannya ga? kalau ga mereka langsung mencela habis-habisan, sedangkan kewajibannya sendiri tidak pernah dikerjakan. Selain itu pembangunan tidak pernah nyambung antara pusat dan daerah serta antar pemerintah yang satu dan yang lainnya. Rencana pembangunan misalnya 20 tahun ke depan sudah tidak dilaksanakan lagi karena misalkan presiden di ganti atau DPR/MPR nya berubah formasi sudah menjadi trade mark tersendiri bagi pemerintah kita. Sehingga solusinya bukan lagi "how to reform our nation" atau "how to reform our goverment" tapi "How To Reform Our Self". Karena dengan memulai reformasi dari hal terkecil dan diri sendiri, insya Allah cita-cita kita dan negara kita bisa tercapai. Amiin.

Bidang Sosial
Pada bidang sosial juga tidak jauh berbeda, gap yang terlalu jauh menyebabkan kehidupan sosial di Indonesia ini terganggu. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin akhir-akhir ini jadi kelihatan dengan jelas. Akibat dari kesenjangan ini masyarakat kecil menjadi terus curiga dan su'udzon walaupun orang yang kaya tersebut benar-benar hasil keringatnya sendiri. Selain itu juga, tatanan sosial sudah semakin berkurang. Kapan kita melihat akhir-akhir ini yang namanya kerja bakti atau gotong royong lebih-lebih lagi ngeronda?? terlebih lagi di kota-kota besar, kehidupan individualis sudah semakin menonjol. Yang paling penting lagi sila kelima dari pancasila yaitu "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" tidak ada lagi sekarang.

Bidang Ekonomi
Pada bidang ekonomi ini kita tidak boleh menutup mata juga, apalagi setelah kemarin terjadi krisis global yang merajalela (jiahhhhhh) Indinesia semakin terpuruk dalam bidang ekonomi ini. Krisis yang hanya singgah sebentar di Singapure, Malaysia dan Taiwan tapi betah sekali di Indonesia ini. Banyak sekali kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang tidak sejalan. Sistem ekonomi kapitalis semakin marak, terlihat dengan bidang investasi yang semakin banyak yaitu investasi padat modal dan sudah sangat jarang sekali investasi padat karya direalisasikan. Sehingga Amerika dan Negara-negara Eropa sekarang sudah menerapkan sistem ekonomi syariah. Indonesia kapan yah bisa menerapkan ekonomi syariah ini???

Bidang Teknologi
Bidang Teknologi ini semakin menarik, setelah kran persaingan di buka banyak sekali perusahaan dalam bidang teknologi ini bermunculan dan harga-harga barang dan jasa teknologi ini semakin berkurang. Sehingga banyak sekali perusahaan-perusahaan yang sudah memanfaatkan teknologi dalam menjalankan usahanya. Apalagi setelah web 2.0 semakin merajalela, penggunaannya semakin banyak lagi. Cuman memang dibandingkan dengan di luar negeri, di Indonesia ini biaya internet masih jauh lebih mahal. Mudah-mudahan ke depannya bisa semakin murah lagi. Banyak sekali peluang yang bisa kita ambil dari semakin berkembangnya teknologi ini dan teknologi ini sebagai driven dari perubahan-perubahan yang terjadi selama ini. Mudah-mudahan teknologi bisa terus berkembang di negara kita tercinta ini.

Mungkin itu lah coretan-coretan saya untuk me-resume kuliah saya kemarin. Kita tinggal menunggu saja apa yang akan di lakukan oleh pemerintah dan pemimpin kita ke depannya. Selain itu, mudah-mudahan hadist nabi mengenai kepemimpinan ini sudah lewat (sudah terjadi di Indonesia) yaitu : "Akan datang suatu jaman dimana kita (masyarakat yang di ibaratkan domba) akan di pimpin oleh harimau, srigala dan (maaf) anjing"........ Jadi kebayang kan kalau kita yang di ibaratkan domba di pelihara atau di pimpin oleh ketiga binatang buas tersebut?? Mudah-mudahan ini sudah terjadi dan tidak akan terjadi lagi di Indonesia ini, Amiin...




Saturday, March 21, 2009

Richard Cantillon (1687? – 1734?)

Sebelumnya saya ucapkan dulu terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman semuanya karena berkat dukungan teman-teman semuanya blog ini mencapai postingan yang ke lima puluh. Pada postingan yang ke lima puluh ini, saya akan melanjutkan postingan saya yang terdahulu yaitu postingan ini, ini dan ini mengenai para pemikir-pemikir ekonomi terdahulu beserta sumbangsihnya terhadap ilmu ekonomi yang ada sekarang ini dan juga buku-buku yang telah mereka buat beserta referensi atau tulisan-tulisan lain mengenai mereka. OK, langsung saja yah. Pada postingan kali ini yang akan di bahas adalah mengenai Richard Cantillon (1687? - 1734?).
Richard Cantillon adalah tokoh yang misterius dan mempesona. Tidak banyak yang diketahui tentang kelahiran dan masa mudanya, serta kegiatan finansial dan kematiannya yang penuh kontroversial. Meskipun mengabdikan seluruh hidupnya untuk membuat uang, namun Cantillon telah menulis risalah ekonomi riil yang pertama, sebuah studi yang menggambarkan hubungan timbal balik dan kerja dari sistem ekonomi. Ia juga menyumbangkan teori moneter dan ia adalah orang pertama yang menjelaskan peran ekonomi penting yang dimainkan oleh pengusaha.

Brewer (1992, hlm. 2) memberikan angka tahun yang masuk akan untuk kelahirannya yaitu 1687 berdasarkan fakta bahwa Cantillon menjadi warga Perancis tahun 1708, dan ia pasti berusia 21 tahun pada saat itu. Pada tahun 1716 ia pergi ke Perancis untuk mengambil alih Bank milik sepupunya. Tapi untuk menghindari masalah-masalah hukum yang terus dialaminya ia memutuskan kembali ke Inggris dan hidup mewah dengan kekayaan yang melimpah yang didapatkan selama kegiatan investasi dan peminjaman.
Satu-satunya tulisan karya ekonomi Cantillon yang masih ada adalah Essay on the Nature Commerce (Cantillon, 1975). Buku ini diterbitkan lebih dari dua puluh tahun kemudian setelah api melahap rumahnya di London. Suplemen statistik yang disebut-sebut dalam teks ini, tidak pernah ditemukan. Essay ini, yang dibagi menjadi tiga buku atau bagian, mengemukakan serangkaian prinsip-prinsip yang meliputi berbagai topik yang menjelaskan bagaimana ekonomi bekerja. Bagian pertama mendeskripsikan bagaimana ekonomi riil beroperasi, atau prinsip-prinsip apa yang mendasari produksi barang dan prinsip apa yang mendasari penyewaan orang untuk memproduksi barang tersebut. Bagian dua memfokuskan pada sistem moneter dan menjelaskan bagaimana uang dan perekonomian riil berhubungan. Terakhir, bagian tiga, adalah penggambaran tentang perdagangan internasional dan penukaran mata uang asing. Sehingga kemudian para ahli ekonomi sekarang menggambarkan ketidakpastian dari uang ini dinamakan dengan nama Effect Cantillon.
Cantillon merupakan tokoh yang sering dilupakan di dalam ilmu ekonomi. Ia dikenal terutama karena pengaruhnya terhadap Quesnay dan mazhab kaum physiocrat, dan karena ia mengembangkan gagasan bahwa aliran uang menghubungkan berbagai sektor ekonomi yang berbeda. Tetapi sebenarnya tempat Cantillon dalam sejarah lebih penting ketimbang hal tersebut. Essay-nya layak dianggap sebagai risalah ekonomi riil yang pertama. Karya ini membayangkan ekonomi sebagai sistem timbal-balik dan menjelaskan bagaimana sistem bekerja. Karena alasan ini Cantillon mungkin layak dianggap sebagai ahli ekonomi riil yang pertama.

Karya-karya Cantillon
Essai sur la nature du commerce en general (1975), diterjemahkan oleh Henry Higgs, New York, Augustus Kelley, 1964.

Karya-karya Tentang Cantillon
Bordo, Michael, “Some Aspect of the Monetary Economics of Richard Cantillon,” Journal of Monetary Economics, 12 (1983), hlm. 235 – 58.
Brewer, Anthony, Richard Cantillon: Pioneer of Economics Theory, London and New York, Routledge, 1992.
Murphy, Antoin, Richard Cantillon: Entrepeneur and Economics, Oxford Clarendon Press, 1986.
Spengler, Joseph, “Richard Cantillon: First of the Modern I,” Journal of Political Economy, 62, 4 (Agustus, 1954), hlm. 281 – 95.
Spengler, Joseph, “Richard Cantillon: First of the Modern II,” Journal of Political Economy, 62, 5 (November, 1954), hlm. 406 – 24.
Tarascio, Vincent, “Cantillon’s Theory of Population Size and Distribution,” Atlantic Economic Journal, 9, 2 (Juli, 1981), hlm. 12 – 18.

Wednesday, March 18, 2009

Material Requirements Planning (MRP)

Sudah lama sekali saya tidak posting mengenai manajemen operasi, selain itu itung-itung nostalgiaan masa-masa kuliah dulu dan juga mengingatkan kembali materi-materi kuliah dulu terutama bagi saya yang sudah lama tidak baca-baca lagi materinya sehingga hampir lupa. Dengan posting mengenai materi-materi kuliah seperti yang ada di blog ini, se-engga nya saya harus baca-baca dulu ketika melakukan posting jadi minimal saya bisa ingat lagi dengan materi-materi kuliah yang sudah lama di tinggalkan karena tidak pernah di baca dan di ingat-ingat lagi hehehe...
Mungkin sudah banyak yang tau mengenai Material Requirement Planning (MRP) ini, cuman ya sekali lagi saya hanya mengingatkan saja terutama bagi saya sendiri dan juga kalau ada yang belum tau ya itung-itung kenalan aja lah. Mungkin sudah banyak yang tau mengenai manajemen persediaan (Inventory management) nah singkatnya sih MRP ini merupakan salah satu metode untuk melakukan manajemen persediaan tersebut, seperti layaknya Economic Order Quantity (EOQ). Yang terakhir ini mungkin jauh lebih banyak yang tau dan bahkan jauh lebih tau dari saya kayaknya. Cuman menurut pengamatan saya, lebih tepatnya mendengarkan dan membaca pendapat para ahlinya bahwa MRP ini lebih tepat bila diterapkan pada sitem produksi masal (mass production) atau bahasa kerennya make to stock dan kurang tepat untuk sistem produksi make to order. Ya, begitu lah kira-kira perkenalan awalnya untuk lebih jelas mengenai pengertian dan yang lainnya silahkan lanjutkan aja membacanya. cekedot....


Ada beberapa pengertian dari MRP, antara lain adalah sebagai berikut :
1. Material Requirement Planning (MRP) merupakan suatu teknik atau prosedur logis untuk menterjemahkan Jadwal Produksi Induk (JPI) dari barang jadi atau end item menjadi kebutuhan bersih untuk beberapa komponen yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan JPI. MRP ini digunakan untuk menentukan jumlah dari kebutuhan material untuk mendukung Jadwal Produksi Induk dan kapan kebutuhan material tersebut dijadwalkan. (Orlicky,et al., 1994).
2. Material Requirement Planning (MRP) merupakan sistem informasi berbasis komputer yang didisain untuk memesan dan menjadwalkan permintaan (raw material, komponen dan sub assemblies) dengan cara yang terkoordinasi.(Oden,et al., 1998)
3. Material Requirement Planning (MRP) merupakan aktivitas perencanaan material untuk Seluruh komponen dan raw material (bahan baku) yang dibutuhkan sesuai dengan Jadwal Produksi Induk (JPI) yang sama halnya dengan demand / permintaan per komponen (John A. White, et al., 1987).

Perencanaan MRP ini mencakup semua kebutuhan akan semua komponen MRP yaitu kebutuhan material, dimana terdapat dua fungsi dengan diterapkannya MRP yaitu Pengendalian persediaan dan Penjadualan produksi. Sedangkan tujuan dari MRP itu sendiri adalah untuk menentukan kebutuhan sekaligus untuk mendukung jadwal produksi induk, mengendalikan persediaan, menjadwalkan produksi, menjaga jadwal valid dan up-to date, serta secara khusus berguna dalam lingkungan manufaktur yang kompleks dan tidak pasti.
Ada empat tahap dalam proses perencanaan kebutuhan material, tahapan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Netting (Perhitungan kebutuhan bersih)
Netting adalah proses perhitungan kebutuhan bersih yang besarnya merupakan selisih antara kebutuhan kotor denagan keadaan persediaan.
2. Lotting (Penentuan ukuran pemesanan)
Lotting adalah menentukan besarnya pesanan setiap individu berdasarkan pada hasil perhitungan netting.
3. Offsetting (Penetapan besarnya waktu ancang-ancang)
Offsetting bertujuan untuk menentukan saat yang tepat untuk melaksanakan rencana pemesanan dalam memenuhi kebutuhan bersih yang diinginkan lead time.
4. Exploding (Perhitungan selanjutnya untuk level di bawahnya)
Exploding adalah proses perhitungan kebutuhan kotor untuk tingkat level dibawahnya, berdasarkan pada rencana pemesanan.

Dengan MRP ini, kita akan mendapatkan informasi mengenai :
1. Bahan dan komponen apa saja yang akan dipesan serta berapa banyak yang diperlukan.
2. Kapan waktu komponen tersebut akan dipesan.
3. Apakah komponen tersebut pemesanannya dipercepat, diperlambat atau dibatalkan.

Secara garis besar, out put MRP ini dibagi dalam tiga bagian, yaitu :
1. MRP Primary Report (Laporan Utama)
Primary Report atau yang biasa dikenal dengan MRP Report, nerupakan format laporan yang terdiri dari dua bentuk, yaitu format horizontal (dalam harian dan mingguan) dan format vertikal (dengan waktu dalam setiap harinya).
2. Action Report (Laporan Kegiatan)
Output ini biasa disebut dengan MRP Expection Report (laporan pengecualian), perencanaan MRP memfokuskan perhatian langsung terhadap kebutuhan item dan keputusan selama melakukan kegiatannya.
3. MRP Pegging Report (Laporan Penetapan MRP)
Output ini akan menyediakan sumber dari kebutuhan pada level tertinggi selanjutnya dalam Bill of material, seperti tiap pesanan perusahaan yang dikeluarkan dari item pada setiap kebutuhan kotor.

Dan yang terakhir adalah keuntungan dari MRP (Heizer,et.al., 1993) yaitu sebagai berikut :
1. Meningkatkan pelauyanan dan kepuasan pelanggan
2. Meningkatkan utilitas dari fasilitas dan tega kerja
3. Perencanaan persediaan dan penjadwalan menjadi lebih baik
4. Respon terhadap perubahan pasar semakin cepat
5. Mengurangi level persediaan tanpa mengurangi pelayanan pelanggan

Segitu dulu lah yah, dah cape trus ngantuk nih mengingat-ngingat sama bacanya plus ngetiknya juga dah lumayan cape nih hehehehe..

Monday, March 16, 2009

Award Lagi nih



Lagi duduk dengan santainya di depan leptop sambil dengerin lagunya Tomy J Pisa - di atas kota ini dan lagunya Power Metal - Sungguh, eh pucunghul teh ada kang nana a.k.a seco mampir trus ngisi shoutmix : "ang bales dendam yeuh, ambil nya" hahahahaha... pas di lihat ternyata si gua sangat terharu sekali kang, bahwa yang dimaksud bales dendamnya adalah memberikan award ke si gua... alhamdulillah ini award yang kedua yang saya dapat.


Tapi, seperti biasa ini ada syaratnya kata kang seco, bahwa award ini harus di sebarkan lagi ke yang lainnya, supaya semangat nge-blog dan friendship tetap terjaga *cailehhhhhhhhh...
setelah melakukan mufakat untuk musyawarah, ini dia pemenang award selanjutnya...
cekedot :
1. itik balis sang supersetar
2. Gitar Keren
3. AaLiL
4. Lafa
5. Attayaya
6. Chord
7. Pit Onta
8. Inspirasi Gema
9. Arul Kemuning
10. ipangsan

eniwei...ini dia awardnya, ambil disini.
ini juga pesen dari kang seco about the Rules:
1. Put the logo on your blog
2. Add a link to the person who awarded you
3. Nominate at least 7 other blogs
4. Add links to those blogs on yours
5. Leave a message for your nominees on their blog

NB:
1.Ini bukan arisan berantai atau mlm dan sejenisnya , so.. monggo bae kalo mo di edit atau diganti saena'e dewe'
2. Pasang awardnya ya, ntar dijemput jalan-jalan ma sayah dan mungkin scooterist yg laen..
3. Buat yang belum kebagian award, jangan patah semangat teruslah berkarya dan bersemangat